Desa Adat Beleq Sembalun

0 Comments


Berkumpul bersama anak - anak Desa Adat Beleq

Desa Adat Beleq merupakan suatu desa yang berada di Sembalun. Kaki Gunung Rinjani. Sembalun sendiri adalah desa tertua di Pulau Lombok. Sembalun terdiri dari dua bagian : Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung. Desa Adat Beleq berada di Sembalun Lawang.

Desa Beleq artinya desa besar atau desa induk. Dari sinilah awal mula terbentuknya desa Sembalun yang ada saat ini. 

Sebuah kisah menceritakan bahwa Desa Beleq ini didirikan oleh tujuh pasang suami istri yang kembali setelah berlindung dari letusan Gunung Rinjani yang waktu itu bernama Gunung Samalas. Tujuh pasang suami istri inilah yang sampai sekarang dipercaya sebagai nenek moyang warga Sembalun.

Di Desa Beleq ini hanya terdiri dari tujuh rumah adat. Rumah - rumah inilah yang dulu dijadikan tempat tinggal tujuh pasang suami istri itu. Terdapat juga dua Geleng, yaitu tempat untuk menyimpan harta benda. Dan satu Bale malang, yaitu langgar atau mushola. Tempat beribadah dan bermusyawarah.

Semua bangunannya beratap jerami. Dindingnya anyaman bambu. Dan lantainya terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran sapi. Bahan tersebut dicampur dengan air lalu dipadatkan hingga setinggi satu meter. Dibagian tengah teras dibuat tangga untuk memasuki ruangan rumah tersebut.

Denah rumah adat dari suku sasak ini hanya terdiri dari dua bagian : ruang utama dan kamar. Kamar tersebut hanya untuk perempuan. Terutama anak perempuannya. Sebagai wujud perlindungan. 



Semua wisatawan diperkenankan memasuki rumah adat itu. Termasuk saya. Yang memang saat itu semua pengunjung adalah peserta FPN #7 (Festival Petualang Nusantara). Dan ini adalah yang kedua saya mengikuti festival yang memiliki tujuan memajukan pariwisata Indonesia. Sebelumnya festifal ini di Sangiran. Sragen.

Rumah adat yang berada dibawah Bukit Selong ini selalu dirawat. Dengan mengganti bagian - bagian rumah yang telah rapuh atau rusak.

Semua rumah itu tidak dihuni lagi. Sekarang warganya tinggal di luar kawasan yang telah menjadi warisan leluhur itu. Tidak jauh dari situ. Masih satu kawasan. Hanya pondasi batu yang membatasi antar wilayah itu. Tapi mereka tetap merawat dan menjaganya.

Adat - istiat dan kearifan lokalnya adalah warisan budaya yang masih mereka jalankan sampai saat ini.

Saya suka berada disini. Di kaki Gunung Rinjani dan bukit - bukit yang mengelilingi Desa Adat ini. Indah. Sejuk. Dan damai.



You may also like

Tidak ada komentar: